Koplaksu!

December 15th, 2006 by baru

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi.
Guru Bahasa Indonesia yang paling
ditakuti dan disegani oleh semua murid, telah masuk ke dalam kelas.

Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.

Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!

Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi saja?
Kalau begitu siang, sore
dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?

Murid-murid : Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru…..

Bu guru : Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan
selamat seperti itu! Katakan
saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh
makna?
Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.

Murid-murid : Selamat sejahtera Bu Guru!

Bu guru : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini Bu Guru
mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau antonim kata.
Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu semua harus cepat
menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?

Murid-murid : Mengerti Bu Guru…

Guru : Pandai!
Murid-murid : Bodoh!

Guru : Tinggi!
Murid-murid : Rendah!

Guru : Jauh!
Murid-murid : Dekat!

Guru : Berjaya!
Murid-murid : Menang!

Guru : Salah itu!
Murid-murid : Betul ini!

Guru (geram) : Bodoh!
Murid-murid : Pandai!

Guru : Bukan!
Murid-murid : Ya!

Guru (mulai pusing) : Oh Tuhan!
Murid-murid : Ya Hamba!

Guru : Dengar ini…
Murid-murid : Bicara itu…

Guru : Diam!!!!!
Murid-murid : Ribut!!!!!

Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid : Ini adalah jawaban, pandai!!!

Guru : Mati aku!
Murid-murid : Hidup kami!

Guru : Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid : Kita akar lama tak tau rasa!!

Guru : Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid : Rajin kami belajar bu guru…

Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid : Kami waras sebagian!!!

Guru : Cukup! Cukup!
Murid-murid : Kurang! Kurang!

Guru : Sudah! Sudah!
Murid-murid : Belum! Belum!

Guru : Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid : Sebab saya seorang pandai!

Guru : Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid : Oh! Mengalah, tidak??!!

Guru : Kurang ajar!
Murid-murid : Cukup ajar!

Guru : Habis aku!
Murid-murid : Kekal kamu!

Guru (putus asa) : O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid : K.O. Pelajaran belum mulai!

Guru : Sudah, bodoh!
Murid-murid : Belum, pandai!

Guru : Berdiri!
Murid-murid : Duduk!

Guru : Bego kalian ini!
Murid-murid : Cerdik kami itu!

Guru : Rusak!
Murid-murid : Baik!

Guru (stres) : Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid : Dilepaskan tengah malam itu!!!

Bu Guru mukanya merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil
buku-bukunya dan keluar ruangan.
Sebentar kemudian, loceng pun berdering. Murid-murid merasa lega
kerana guru yang paling ditakuti oleh mereka telah keluar. Walau
bagaimanapun, mereka merasa bangga kerana telah dapat menjawab semua
pertanyaan tadi. Tetapi masih ada hari essok. Guru itu pasti akan
datang lagi

profile

March 31st, 2005 by baru


Profil PecundankSu
Pecundanksu hanyalah sebuah legenda yang akan habis dimakan waktu, ia hidup dijaman yang tidak karuan yang penuh dengan kemaksiatan dan godaan. Ia kini masih dalam masa tumbuh dan berkembang dalam komunitas Statistika UGM. Komunitas inilah yang memberi semangat lebih bagi Pecundanksu untuk bisa belajar hidup, belajar menghargai waktu, dan juga belajar untuk taat pada sang pencipta.